Make your own free website on Tripod.com

Welcome To Duma's Personal Site

Home | Mutiara Kata | Favorite Links | Contact Me | Favorite Photo Album | My #1 Luv | Kirim2 E-Mail | SMS Lucu

powered by lycos
SEARCH:Tripod The Web

foto1.jpg

DILEMAKU
Sampai aku harus jadi begini 
menyimpan segala perasaan di lubuk hati 
berpura bahwa segalanya seperti biasa 
berlagak seperti tiada yang berbisa 
yang bakal meracuni hatiku ini... 

Aku berada di dalam dilema 
diantara persahabatan dan percintaan 
aku berada di tengah kekalutan ini 
dan aku seperti dipaksa membuat pilihan... 

Haruskah aku membuat pilihan
mengapa kini... 
Mengapa tidak dari dulu 

Aku berada di dalam dilema 
ditengah-tengah kekalutan 
antara kekasih dan sahabat 
dimana kedua-duanya aku sayang 
dan tak mahuku lukai... 

Aku akan hanya berdiam diri 
membiarkan masa menentukan segalanya 
sementara menunggu jawapan dariNya.

KISAH LARA
Kusapu wajah langit perlahan
Kuhitung bintang entah sudah jadi berapa buah
Tertidurnya rembulan dalam belaian angin surga
Seiring menari penaku
Detak jam di kamarku terdengar jelas
Pujanggapun mulai membacakan syair-syairnya
Lama kutertegun tanpa kata
Hanya desah atau sesekali anggukan tanda mengerti
Kugerak-gerakkan jemariku diatas kepala
Menari sayup terdengar gamelan
Layar tlah dibuka
Dimulainya kisah lara dari sudut layar yang terkubur
Nurani diam bagai cacing kepanasan
Dipojok duduk manis beberapa sinden suara merdu
nyanyikan lagu nestapa
Lama terdiam hayati cerita lara digaris tanganku
Cucuran air mata bermuara dikolam nestapa
Terlena dalam timangan duka
Dalam dekapan mesra kabut lara
Lama kumerenung….
Makin kusulut api panas dalam luka yang entah sembuh
entah tidak
Lama kutertegun…..
Masih kusadar lukaku masih meneteskan nanah
Apa bisa ramuan sesedikit itu menyembuhkan luka yang
masih bernanah
Jijik kumelihat luka in
Lama kuhayati arti dari suara merdu sinden
Sesekali kulihat lukaku yang masih bernanah
Seorang ibu tua sodorkan ramuan yang tlah dihaluskan
dengan cobek
Coba minum beberapa pil ini,
Coba tetesi dengan obat tetes ini….
Ah…. Bercak nanah itu tak mungkin mengering….
Tak mungkin
Apa aku yang buat nanah ini makin menderas
Segera kusingkirkan lalat-lalat yang mengerubungi diri
Obati luka ini….
Kuyakin nanah ini dengan ramuan dari ibu tua itu
Atau dengan beberapa buah pil….
Atau justru dengan obat tetes itu….
Pasti sembuh ya…..
pasti sembuh….
Kuyakin
Kuingin sinden itu mengubah tembang-tembang laranya
Jadi tembang suka dan merindu kasih
Bersama mengeringnya nanah di lukaku
Meski bekas luka tak pernah hilang
Kuingin usir kisah lara ini
Ingin tutup semua layar duka
Akhiri kisah lara….
Sudahi saja.

AKU DAN SEBOTOL BIR
Keteguk sebotol bir,
bir yang menguap dalam maknanya sendiri
yang menyatu dengan deburan darah dan ludah
menembus dinding kesadaran diri
aku terlelap
aku lupa padamu
lupa terhadap pengkhianatanku.

Layang-layang terbang tanpa kendali
tanpa tali
tali yang dulu diyakininya
akan mengendalikan ke batas kewajaran
Kini,
limbung, terhempas badai kemunafikan
terdampar ke pelabuhan nista
yang kontras dengan suara hatinya
seiring dengan nafsu setannya.

Berlari-berlari dan berlari
menuju alam pelampiasan diri
membelakangi segala tuntutan hidup.
Aku dan sebotol bir….
Satu rasa,
rasa pahit,
rasa getir.

NOPEMBER 2004
Di sebuah Nopember yang merangkak
Di sebuah Nopember yang merangkak
Ada banyak tanya membengkak
Tentang waktu bergulir lambat
detik yang malas berputar
Angin masih berbisik terus
kehati-hatian…..
mungkinkah kematian?
Bandul terlalu menarik maju
Kaki terkekang erat pada nisan
tulisan kaum terkubur
Baunya milik ku
dan mayat-mayat menyingkir
Dan nadi masih berdegup
Otakku bukan milik kaum pemalas
Tapi pusara masih digerayangi belukar
Akankah sebuah mawar ku nanti?
seperti ada yang tertulis :
Cintaku seperti merah, merahnya Mawar
Yang keharumannya memenuhi udara
Ia menuntunku pada cahaya
Bukan kegelapan putus-asa
Atau waktu akan berlari
Dan kau tak ada lagi.

SYAIR SANG KEKASIH
Mungkin aku hanya bisa buat syair
Lantunkan liris-liris romantis dalam gerimis
Terdengar angin tertawakan syair-syair
Tapi kuhanya tersenyum sembari melirik
Lihat wajahmu disemua dinding hati
Kembali kutarikkan pena emas mungil
Ungkapkan rahasia panah-panah asmara dengan lirih
Cinta mengalir.....
Dari gejolaknya dan berputar-putar diantara lembah dan bukit
Kekasih....
Dengarlah perlahan-lahan nafas cinta sang angin
Kemarilah biarku dinginkan hati
Dengan dekapan sayang dan kasih
Kemari
Hampiriku, buat mataku jadi telinga maknakan cinta diantara duri
Kubiarkan dirimu mandi dikolam air mata diri
Gerimis tetap melawan sepi
Bicarakan cerita-cerita batin dan kisah kasih
Dua sisi kan tetap tertaut dalam runcing hati
Wajahmu kembali tersenyum manis
Mengecup kening dan kubiarkan penaku berhenti menari

DOA MALAM
gelap langit malam
berikan keheningan dan diam
dalam diam
kutengok bintang khusuk sembahyang
dalam keheningan
kupacu hasratku sujud pada-Mu
nyalakan lampu dalam jiwaku
agar aku tahu
segala keangkuhan adalah kebinasaan cinta
dan segala cinta
hanya bermuara pada-Mu

Please get in touch with any comments or reactions to my site.

Thank's 4 visit my frist site.